|
Tasikmalaya (ANTARA News) - Caleg untuk DPRD Kota Banjar, Jawa Barat, Sri Wahyuni, ditemukan dalam keadaan tewas tergantung.
Menurut Kapolsek Langkap Lancar AKP Sukardi, Selasa, korban ditemukan oleh warga setempat dalam keadaan tergantung di atas atap pondok, sekitar dua meter dari permukaan tanah.
Caleg nomor urut-8 dari PKB itu ditemukan di Dusun Cibarogol, Desa Bangun Jaya, Kecamatan Langkap Lancar, Kabupaten Ciamis pada Senin (13/4) sekitar pukul 08.00 WIB.
Korban saat itu memakai pakaian lengkap serta kerudung, dengan mengenakan celana jeans panjang warna biru serta atasan mengenakan kaos lengan panjang berwarna putih. |
|
Yogyakarta (ANTARA News) - Calon anggota legislator (caleg) yang stres karena gagal duduk di kursi DPR atau DPRD merupakan orang yang bermental pencari kerja, bukan pribadi seorang pemimpin. "Mereka yang maju sebagai caleg namun gagal kemudian stres dan berbuat aneh-aneh bukanlah pribadi seorang pemimpin, karena motivasi mereka hanya untuk memperoleh finansial dan hanya bermental pencari kerja," kata Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Noor Rahman Hadjam, di Yogyakarta, Sabtu.
|
Idas Rosadi 57, seorang anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ) di Desa Rengas dengklok Utara mengalami Stress dan GANTUNG DIRI Dipohon Jambu didepan rumahnya. Diduga beliau terlilit masalah ekonomi Keluarga ( Poskot/yopi/inung/anis/iwan/ok)
|
|
detikcom - Selasa, April 14 Pencurian suara menjadi momok bagi caleg di berbagai daerah. Caleg Dapil Sumut 1 Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengaku stres karena takut suaranya dicuri. "Ini yang buat caleg-caleg stres, karena mendengar adanya pencurian suara di TPS sehingga takut suaranya diambil, termasuk saya," kata Sutan di Pusat Tabulasi suara di Hotel Borobudur, Jakarata, Selasa (14/4/2009). Sutan yang saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi VII ini tampak serius memperhatikan pergerakan suara di layar komputer. Sutan menyatakan di Dapil Sumut 1 ada 10 kursi yang diperebutkan. "Untuk perolehan suara caleg antar partai saya menempati urutan empat. Sedangkan untuk sesama Demokrat saya nomor dua," katanya. Sutan meminta peralatan IT di pusat tabulasi itu bisa diupgrade. Hal ini untuk meningkatkan kecepatan peritungan suara. "Harus ada revolusi alat-alat IT ini menurut saya peralatan-peralatan ini harus diupgarde lagi," katanya. |
|
|
18/04/09 20:29 Makassar (ANTARA News) - Sedikitnya 17.435 orang calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2009 di Sulawesi Selatan (Sulsel) dipastikan "gigti jari" atau gagal menggapai cita-cita menjadi legislator di lembaga legislatif. Sekretaris KPU Sulsel Annas GS, Sabtu, menyebutkan, jumlah caleg yang bertarung pada pemilu tahun ini di Sulsel baik untuk DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten dan kota maupun calon anggorta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebanyak 18.308 orang dari 38 partai.
|
INDRAMAYU, Caleg Partai Golkar di Kab Indramayu, Drs.H. Suherman Nomor urut 2 yang dalam perhitungan suara kalah bersaing di Dapil 5 Mengalami shock dan dibawa ke rumah sakit Pertamina Klayan Cirebon Ujar Sum Team sukses Drs.Suherman seaktu dihubungi di desa Sumbon (Taryani/rf/r) |
|
detikcom - Selasa, April 14 Ada lonjakan pasien yang sangat drastis di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta. Lonjakan itu terjadi pasca Pemilu. Bahkan bangsal VIP yang selama ini disebut-sebut dipersiapkan sebagai bangsal untuk caleg, saat ini telah terisi. Humas RSJD Surakarta, Dyah Srimarwati, membenarkan adanya lonjakan pasien pasca pemilu, baik pasien kontrol, rawat jalan maupun rawat inap. Dia membenarkan pula lonjakan itu terkait dengan pelaksanaan Pemilu, tetapi bukan berarti Pemilu membuat orang harus ditangani kejiwaannya. "Banyak pasien dan keluarga pasien yang memanfaatkan hari pertama masuk kerja pada hari Senin, setelah libur panjang selama empat hari karena Pemilu dan Paskah. Pada hari Senin lonjakan pasien mencapai 120-125 persen dari biasanya. Tapi hari Selasa ini sudah normal lagi," ujar Dyah, Selasa (14/4/2009). Dyah juga membenarkan paviliun yang dibangun RSJD Surakarta saat ini mulai terisi. Seperti yang diberitakan sebelumnya paviliun enam kamar rawat inap tersebut dibangun untuk kalangan menengah ke atas, tak terkecuali bagi caleg yang mengalami gangguan kejiwaaan karena gagal terpilih. "Ya dari enam kamar VVIP dan VIP, sudah ada tiga kamar VIP yang terisi sejak Sabtu lalu. Sesaui ketentuan rumah sakit, kami harus merahasiakan identitasnya. Tapi yang pasti ketiganya bukan caleg," ujar Dyah. |
|
|
|
|
|
|
Halaman 1 dari 4 |